TRIBUN INDONESIA.BIZ.ID

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Sabtu, 07 November 2026

Majelis Wilayah KAHMI Rayon STIE SWADAYA Jakarta Sahkan Pengurus Baru,M.Syawali Pratna,S.E.,M.M Siap Pimpin Bisnis dan Wirausaha Alumni

             


   



Jakarta, 08 Mei 2026 - Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jakarta Raya (KAHMI JAYA) Rayon STIE SWADAYA Resmi menetapkan Susunan Pengurus Majelis Rayon KAHMI Swadaya Periode 2026 - 2031 melalui SK Nomor: 024/SK/SEK MW-KAHMI JAYA/V/2026.



Terpilihnya Bidang Ekonomi, Bisnis dan Wirausaha,M Syawali Pratna, S.E, M.M. Diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi kader dan alumni, memperkuat jejaring bisnis, serta mendorong lahirnya wirausaha baru dari keluarga besar KAHMI.


SK ditetapkan di Jakarta pada 21 Dzulqoidah 1447 H / 08 Mei 2026 M, ditandatangani oleh Ketua Umum M. Ichwan Ridwan dan Sekretaris Umum Moehammad Amin, Majelis Wilayah KAHMI Jaya.


Ketua Bidang Ekonomi, Bisnis dan Wirausaha  Rayon STIE SWADAYA Jakarta, M Syawali Pratna, S.E., M.M. yang  juga sebagai Ketua Umum ASPRUMNAS Mengatakan bahwa, Kami sudah mengadakan diskusi dengan Senior kanda Doktor Samsul Munir untuk berdiskusi, menginisiasi, membuat sebuah terobosan khususnya di bidang Kawasan Perumahan yang disebut dengan Agripolitan Housing.


Menurutnya,Rencana ini Terpadu dengan stakeholder dari pengembang. Kemudian para penghuni, kontraktor, termasuk masyarakat yang ingin memiliki rumah. Untuk bisa membayar angsuran rumah setiap bulan melalui usaha kerakyatan di lingkungan kawasan tersebut,ujarnya. Kepada. Awak media. Di. Jakarta, Jumat,06/11/2026.


Dijelaskannya bahwa Contoh usahanya: ada penanaman,Sayur, Bawang, Tomat, Cabai, dan sayuran lainnya. Perikanan  Lele, Ikan Nila, dan lain-lain termasuk tanaman palawija.


M Syawali Pratna, S.E., M.M. dan selaku Ketua  Umum ASPRUMNAS, Menambahkan bahwa, Masyarakat yang memiliki rumah kita kasih opsi penyediaan lahan untuk berkebun, bercocok tanam atau Peternakan lele, ikan nila, bahkan Ternak skala kecil Kambing, Domba, Ayam.


"Jadi masing-masing rumah bisa punya usaha kecil-kecil di lingkungannya, hasilnya nyata, bisa untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk membayar angsuran rumah,"paparnya.

"Inilah bentuk nyata Ekonomi, Bisnis dan Wirausaha KAHMI Swadaya: bukan hanya teori, tapi usaha yang menghidupi warga,"tambahnya.

M.Syawali Pratna, S.E., M.M.  sangat harapkan para Stakeholder dapat menjalin kerjasama lebih intens dan lebih masif.


Rencana Kedepan M Syawali Selaku Ketua Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Wirausaha KAHMI,  Akan membuat Agripolitan Housing Menjadi berkesinambungan dan saling Terpadu.Kalau rencananya itu lokasinya di daerah Purwakarta.


HARAPAN KE DEPAN


Harapan ke depannya ini menjadikan masyarakat dapat memiliki rumah. Dan para alumni-alumni HMI bisa saling berinteraksi dalam menjalankan usaha ini, namanya, usaha bisnis. Sesuai di bidang perumahan dan bidang lainnya, pungkasnya.(Red)



MAJELIS WILAYAH

KORPS ALUMNI HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM JAKARTA RAYA

(KAHMI JAYA)

Gedung Pemuda Jl. Veledrome No.3, RT02 RW.06, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Jakarta Timur Kode Pos 13220


Lampiran SK Nomor : 024/SK/SEK MW-KAHMI JAYA/V/2026


SUSUNAN PENGURUS

MAJELIS RAYON KAHMI SWADAYA

PERIODE 2026 - 2031


Pelindung

: Dr. H. Basuki Ranto, SE. MM.

: Dr. H. Zainudin Amali, SE. MSi.

: Noormansyah E. Tanjung, SE. MSi.


Penasehat

: Del Agus, SE, MM.

: Kausar Nevi T, SE.

: Zaenal Abidin Nasution, SE. MM.

: Zaenudin, SE.

: Dias Rukmana P, SE.


Pengurus


PRESIDIUM

: 1. SOFIAN PANIGORO, SE. MM. (Ketua)

: 2. EDWARD, SE.

: 3. DEDI JAYA SAPUTRA, SE. MM.


*SEKRETARIS UMUM*

: RONNY APRIANTO F, SE.


*Wakil Sekretaris Umum*

: RAHMAT MUS, SE.


*BENDAHARA UMUM*

: IMAM SOLIHIN, SE. MM.


*Wakil Bendahara Umum*

: BENY PAHINGGUAN, SE. 


*Bidang - bidang*


*Organisasi dan Kaderisasi*

: Arif Rahman, SE.

: Prawiranegara, SE.

: Eko Pramono, SE.


*Kerjasama Antar Lembaga*

: Saleh Nurjamil, SE.

: M. Imron, SE.

: Uwes Khumaidi, SE.


*Keanggotaan*

: Zainal Abidin, SE.

: Fikri Arisandi, SE.

: Wawan Susanto, SE.


*Kepemudaan*

: Bagus Haryanto, SE. MM.

: Fachrudin, SE.

: Achmad Fauji, SE.


*Kesekretariatan*

: Rino Wisrianto, SE.

: Andri Dwi Cahya, SE.

: Zacky Indra, SE.


*Kajian dan Kebijakan Strategis*

: Jhon Rizal, SE.

: Rudi Nasa Indra, SE.

: Sonni Tri Aries, SE. MM.


*Dana dan Usaha*

: Rio Saputra, SE. MM.

: Dedi Setiawan, SE.

: Jeri, SE.


*Komunikasi dan Informasi*

: Noviandri, SE.

: Nasrudin, SE.


*Pendidikan dan Manajemen*

: Wahyono Nugrohandjojo, SE. MM.

: Robby Adha, SE.


*Ekonomi, Bisnis dan Wirausaha*

: M Syawali Pratna, SE, MM

: Ahmad Buchari, SE, MM


*Hukum*

: Tri Wijayanto, SE. SH.

: Fajar Dalimunthe, SE.


Ditetapkan di: Jakarta

Tanggal: 21 Dzulqoidah 1447 H

08 Mei 2026 M



*PENGURUS*

*MAJELIS WILAYAH*

*KAHMI JAYA*



*M. ICHWAN RIDWAN*

Ketua Umum


*MOEHAMMAD AMIN*

Sekretaris Umum



#KAHMIJaya 

#KAHMISwadaya

 #EkonomiBisnisWirausaha





  

Jumat, 06 November 2026

75 Karyawan vs PT Marga Lingkar Jakarta: Advokat H. Rochmani Harap Putusan Sesuai Aturan Pemerintah

   


 







Keterangan Foto : . Rochmani, S.H., M.H. Ketua Tim Kuasa Hukum 75 Karyawan PT Marga Lingkar Jakarta Perjuangkan Usia Pensiun 56 Tahun di PHI Jakpus.



Jakarta — Perjuangan 75 karyawan PT Marga Lingkar Jakarta memasuki babak akhir. Setelah melalui 17 kali persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, perkara Nomor 265/Pdt PHI/2026 kini tinggal menunggu putusan Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.


Pada sidang Rabu (04/11/2026) di Ruang Kusuma Atmadja 4, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. agenda sidang adalah pembacaan Nota Kesimpulan.

Kuasa Hukum para  karyawan PT Marga Lingkar Jakarta, Advokat H. Rochmani, S.H., M.H., kepada awak media menyebut Nota Kesimpulan setebal 14 halaman itu disusun berdasarkan bukti dan fakta yang terungkap selama persidangan,ujarnya.



Advokat H. Rochmani, S.H., M.H., Kuasa Hukum 75 Karyawan PT Marga Lingkar Jakarta  mengatakan bahwa,Kami tetap pada gugatan. Kami berharap Majelis Hakim mengabulkan gugatan kami," tegas Rochmani usai sidang Rabu (04/11/2026).

Menurutnya, yang diperjuangkan para karyawan adalah satu hal yang mendasar: batas usia pensiun yang sesuai dengan standar minimal yang diatur Pemerintah RI.


Diharapkannya, Jika dikabulkan, putusan ini akan menjadi kepastian hukum bagi 75 karyawan jalan tol yang telah mengabdi bertahun-tahun.

Menurut rencana, Majelis Hakim dijadwalkan membacakan putusan dalam 2 pekan ke depan,pungkasnya.




75 Pekerja Merasa Dijebak PKB


Gugatan Nomor 265/Pdt.Sus-PHI/2026 ini mencuat karena adanya dugaan pemangkasan hak pensiun secara sepihak.


Jika di perusahaan induk PT Jasa Marga (Persero) Tbk usia pensiun ditetapkan 56 tahun, maka di anak perusahaannya, PT MLJ, usia pensiun justru dipatok 45-46 tahun melalui PKB 2024-2026.


Kuasa Hukum Pekerja, H. Rochmani S.H., M.H., menyebut kliennya telah mengabdi sejak 2015. Di PKWTT awal, hak pensiun mereka jelas 56 tahun sesuai PP 45 Tahun 2015* tentang Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan.


 "Tiba-tiba lahir PKB baru yang memangkas 10 tahun masa kerja mereka. Padahal negara saja baru membolehkan pencairan jaminan pensiun di usia 59 tahun. Ini merugikan pekerja 11-14 tahun masa produktif," tegas rekan Rochmani, Rendi S.H.


Dalam sidang ke-16 di PN Jakpus, Rabu (28/10/2026), fakta semakin terang. Ahli Ketenagakerjaan yang dihadirkan pihak perusahaan sendiri, Oktav, mengakui bahwa hak yang sudah melekat di PKWTT tidak bisa begitu saja dibatalkan oleh PKB.


 "Keterangan ahli dari Tergugat justru menguatkan dalil kami. PKWTT lebih tinggi kedudukannya dari PKB untuk hak yang sudah ada," ujar Rochmani.(red).



Kamis, 29 Oktober 2026

PT Bina Indocipta Andalan Menyelenggarakan Webinar dengan Tema “Kupas Tuntas PER-12/PJ/2026” (Jilid 2). Membahas Mekanisme SPT Pembetulan atas: SPT PPh Pasal 21, SPT Unifikasi, SPT Tahunan PPH OP dan Badan

    


Jakarta, Pada hari Kamis, 29 Oktober 2026 – PT. Bina Indocipta Andalan bekerja sama dengan Direktorat Humas DJP dan didukung oleh Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia serta Yayasan Pendidikan Budi Mulya Indonesia Emas menyelenggarakan webinar dengan topik "Kupas Tuntas PER-12/PJ/2026 (Jilid 2)". Membahas mekanisme pembetulan Surat Pemberitahuan atau SPT, meliputi SPT Masa PPh Pasal 21/26, SPT Masa PPh Unifikasi, serta SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dan Badan.


Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-12/PJ/2026 merupakan perubahan atas PER-11/PJ/2025 yang mengatur ketentuan pelaporan Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, dan Bea Meterai dalam rangka pelaksanaan sistem inti administrasi perpajakan. Kehadiran ketentuan ini menjadi hal penting untuk dicermati oleh wajib pajak, konsultan pajak, staf keuangan, akuntan, praktisi perpajakan, serta pelaku usaha yang menjalankan kewajiban administrasi perpajakan melalui Coretax.


PER-12/PJ/2026 ditetapkan pada 28 September 2026 dan mulai berlaku pada 1 Oktober 2026. Ketentuan peralihan tersebut membedakan penanganan laporan atau pembetulan yang telah disampaikan sebelum tanggal berlakunya peraturan dengan pembetulan yang disampaikan setelah tanggal tersebut, termasuk pembetulan untuk masa atau tahun pajak yang dimulai sejak Januari 2025.


Pada webinar jilid kedua ini, kita akan mengupas secara mendalam perubahan ketentuan mekanisme pembetulan Surat Pemberitahuan atau SPT, meliputi SPT Masa PPh Pasal 21/26, SPT Masa PPh Unifikasi, serta SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dan Badan.


Webinar dipandu langsung oleh MC yaitu Ibu Margareth dan Ibu Fany selaku Moderator dari PT. Bina Indocipta Andalan. Acara webinar dibuka dengan Opening Speech yang disampaikan oleh Bapak Dr. Jhon Eddy, S.E., S.H., M.H., http://M.Kn., BKP., CTA., selaku Praktisi Hukum & Pajak. Dalam opening speech-nya beliau menyampaikan PER-12/PJ/2026 adalah perubahan mekanisme pembetulan SPT menuju skema _replace with calculation rule_ disertai pengaturan yang lebih terperinci mengenai penghitungan pembayaran/pengembalian pajak dan penyesuaian saldo kompensasi.


Webinar kali ini menghadirkan narasumber dari Direktorat P2Humas Direktorat Jenderal Pajak, yaitu Bapak Eddy Triono, Ibu Putri Pramitasari, Bapak Gede Suarnaya dan Bapak Zulfikar Irfial Chizli Acara webinar ini diikuti oleh kurang lebih 700 (Tujuh Ratus) peserta yang berasal dari berbagai sektor usaha, baik dari perusahaan mapan, perorangan, dan lintas atau multi profesi, serta akademisi, baik melalui Zoom maupun via live streaming Youtube.



Adapun perbandingan perubahan dari PER-11/PJ/2025 menjadi PER-12/PJ/2026 Pada SPT Masa PPh Pasal 21/26, SPT Masa PPh Unifikasi, serta SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dan Badan, yakni:



1. Mekanisme pembetulan SPT Masa PPh Pasal 21/26.

Pembetulan bukti potong dan pembetulan SPT Masa PPh 21/26 harus direkonsiliasi dengan pembayaran yang sudah dilakukan. Persyaratan bahwa belum dilakukan pemeriksaan atau pemeriksaan bukti permulaan secara terbuka terhadap masa pajak bersangkutan tetap perlu diperhatikan.


2. Mekanisme pembetulan SPT Masa PPh Unifikasi.

Pembahasan ini mengulas pentingnya konsistensi antara bukti pemotongan atau pemungutan, nilai transaksi, kewajiban pajak, dan setoran yang telah dilakukan.


3. Mekanisme pembetulan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

-

Dalam bagian ini, kita akan mencermati bagaimana perubahan data penghasilan, kredit pajak, dan unsur lainnya dapat memengaruhi penghitungan kembali PPh terutang serta status akhir SPT.



4. Mekanisme pembetulan SPT Tahunan PPh Badan.


Bagi perusahaan dan badan usaha, pembetulan SPT Tahunan dapat berkaitan dengan koreksi fiskal, perubahan penghasilan kena pajak, penyesuaian kredit pajak, serta penghitungan ulang kurang bayar atau lebih bayar. Oleh karena itu, ketelitian dalam memahami mekanisme pembetulan menjadi bagian penting dari pengendalian risiko perpajakan perusahaan.



PT. Bina Indocipta Andalan berharap melalui webinar “Kupas Tuntas PER-12/PJ/2026 (Jilid 2)”, menjadi sarana pembelajaran yang relevan bagi para profesional untuk memperkuat pemahaman regulasi sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi perubahan mekanisme pelaporan pajak melalui Coretax.


Kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan literasi perpajakan di Indonesia serta mendorong terciptanya budaya kepatuhan yang berkelanjutan. Dengan memahami regulasi secara benar, Wajib Pajak tidak hanya dapat memenuhi kewajibannya dengan baik, tetapi juga mampu mengoptimalkan hak-haknya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Akhir kata,

“Salam Regulasi Baru, Strategi Tepat, Pembetulan Akurat, Kepatuhan Kuat!”


#BerbaktiPadamuNegeri

#PajakKuatIndonesiaMaju

#IndonesiaCintaDamai

#PajakTumbuhIndonesiaTangguh

#PER12PJ2026

#PembetulanSPT

#UpdatePerpajakan2026

#KupasTuntasPER12PJ2026



Jakarta, 29 Oktober 2026

Salam & Hormat Panitia Webinar

PT Bina Indocipta Andalan

Wisma 46 Kota BNI Jl. Jend Sudirman Kav. 1 Jakarta – 10220

Telp. 021-2515282 WA. 0813-1952-3209 (Sofinda/Rion)

Email : biawebinarregist@gmail.com

Website : http://www.binaindociptaandalan.com

IG : @binaindociptaandalan

Tiktok : @bina.indocipta


-



Minggu, 18 Oktober 2026

  

 

Kasus Ekploitasi anak di Polres Jakarta Utara yang MANDEG 2 Tahun DISOROT untuk mendapat Kepastian Hukum


JAKARTA UTARA – Penanganan 3 laporan OLH  dugaan tindak pidana yang dilaporkan Mandek dan Tidak Ada Kepastian  Hukum sejak 2024 menjadi sorotan. Pihak kuasa hukum pelapor meminta Kepala Polres Metro Jakarta Utara memberikan kepastian hukum serta memastikan proses penanganan perkara berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.



Dalam keterangannya kepada awak media usai konferensi pers tanggal 13 Oktober 2026, pihak kuasa hukum menyampaikan bahwa perkembangan penanganan laporan tersebut dinilai belum memberikan kejelasan hukum yang memadai bagi pelapor. Mereka berharap Kapolres Metro Jakarta Utara yang baru, *Kombes Pol. Adhe Hariadi, S.I.K., M.H.*, yang menjabat sejak September 2026, dapat memberikan atensi.


Pihak Kuasa hukum pelapor atas 3 LP di Polda Dan Polres mengenai kasus Eksploitasi Psikis kepada anak di Bawah umur oleh terlapor Danny S. Djayaprawira yang ditangani  oleh penyidik ARITONANG di PPA POLRES UTARA utk 3 LP tsb menegaskan Bahwa  laporan masyarakat perlu ditindaklanjuti berdasarkan fakta dan alat bukti yang tersedia. Apabila unsur terpenuhi, proses dilanjutkan sesuai prosedur.


Sebaliknya, apabila bukti tidak cukup, penghentian perkara harus dilakukan berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku, ujarnya kepada. Awak media di Polres Jakarta Utara, Jumat 16/10/2026.


Menurutnya, Tujuan masyarakat melapor ke polisi adalah untuk memperoleh kepastian hukum, baik bagi pelapor maupun terlapor. Karena itu, setiap laporan perlu ditangani secara jelas dan profesional," ungkapnya.


Pelapor Berhalangan Hadir


Pihak kuasa hukum menjelaskan, Mendadak pihak pelapor  menerima surat panggilan dari PENYIDIK ARITONANG Dan KANIT PPA DODDY PANDAPOTAN untuk pemeriksaan pada 16 Oktober 2026 di RS Polri Kramat Jati setelah Konpers. 


Namun saat itu Pelapor sedang tugas di luar kota sehingga tidak dapat memenuhi panggilan tersebut dan telah menyampaikan surat pemberitahuan ketidakhadiran kepada penyidik.


Pelapor Minta Pemeriksaan Profesional dan Transparan


Dalam perkara yang  menyangkut anak, kuasa hukum berharap pemeriksaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi psikologis dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak sesuai UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.


Pihaknya juga menekankan pentingnya penyampaian perkembangan penyidikan melalui mekanisme resmi, termasuk Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang lengkap sesuai Perkap Kapolri No.6 Tahun 2019


Kepastian Hukum Yang tidak pasti di POLRES Utara


Pihak kuasa hukum menegaskan penegakan hukum harus didasarkan pada alat bukti yang sah sesuai KUHAP. Mereka berharap penyidik dapat memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan dan tindak lanjut yang akan ditempuh.


"Kalau memang unsur pidananya terpenuhi dan alat Bukti nya KUAT, proses harus dilanjutkan. Namun, apabila tidak terpenuhi, harus ada keputusan yang jelas dan  harus dipertanggungjawabkan," tegasnya.


Tindak Lanjut Setelah Konfirmasi Media

Sebelumnya, penanganan tiga LP tersebut stop sejak 2024 hingga 2026. Namun setelah awak media melakukan konfirmasi resmi, penanganan kasus tersebut kembali bergerak.


Menanggapi pertanyaan awak media, Kabid Humas Polres  Jakarta Utara Susanto, menyampaikan agar pihak yang berperkara bersurat resmi untuk menanyakan perkembangan 3 laporan tersebut sesuai prosedur. Padahal sudah  Team Kuasa hukum dari Law Firm Prof Dr Suhandi Cahaya Sudah Bersurat Dan dimintakan secara langsung  berkali kali kepada Penyidik ARITONANG di PPA Polres Utara Namun tidak diberikan dengan seribu macam alasan sampai turun berita ini


"Respon cepat setelah ada konfirmasi media. Ini bukti bahwa pengawasan publik dan media berjalan. Kami berharap 3 LP ini ditangani transparan, profesional, dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak," ujar salah satu awak media.


Kasus ini masih dalam proses. Pihak PPA POLRES UTARA diharapkan dapat terus memberikan kepastian hukum, sementara Laporan SP2HP Dan GELAR PERKARA adalah Hak Pelapor ibu korban anak di bawah umur untuk membuktikan kerja Profesional dari POLRES UTARA


Pemberitaan ini bukan untuk menyudutkan institusi Polri, melainkan mendorong transparansi dan percepatan kepastian hukum sesuai Perkap Kapolri No.6 Tahun 2019 tentang Penyidikan.


Redaksi juga membuka ruang klarifikasi bagi Danny S. Djayaprawira, pihak-pihak lain yang disebut dalam laporan, tenaga medis yang berkaitan dengan dugaan pemberian obat, serta RSCM untuk memberikan penjelasan sesuai kapasitas dan kewenangannya.


Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan dalam rilis tim hukum. Seluruh dugaan yang disebutkan belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum yang terbukti sebelum didukung alat bukti dan diputuskan melalui proses hukum yang berlaku.


Redaksi berkomitmen menjalankan fungsi pers secara profesional dengan mengedepankan prinsip keberimbangan, verifikasi, akurasi, dan praduga tak bersalah. Hak jawab dan hak koreksi tetap terbuka bagi pihak-pihak yang berkepentingan sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan ketentuan jurnalistik yang berlaku.


Team/Red

[17/10 15.56] CEO INDONESIA: 

Sabtu, 17 Oktober 2026

PT. Bina Indocipta Andalan Menyelenggarakan Webinar dengan tema “Kupas Tuntas PER-12/PJ/2026” (Jilid 1). Membahas Perihal Perubahan Ketentuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

 


Jakarta, Kamis 15 Oktober 2026 – PT. Bina Indocipta Andalan (BIA) bekerja sama dengan Direktorat Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan didukung oleh Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia serta Yayasan Pendidikan Budi Mulya Indonesia Emas menyelenggarakan webinar dengan topik “Kupas Tuntas PER-12/PJ/2026” (Jilid 1). Membahas Perihal Perubahan Ketentuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).



Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-12/PJ/2026 merupakan perubahan atas PER-11/PJ/2025 yang mengatur ketentuan pelaporan Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, dan Bea Meterai dalam rangka pelaksanaan sistem inti administrasi perpajakan (Coretax). Kehadiran ketentuan ini menjadi hal penting untuk dicermati oleh wajib pajak, konsultan pajak, staf keuangan, akuntan, praktisi perpajakan, serta pelaku usaha.


PER-12/PJ/2026 ditetapkan pada 28 September 2026 dan mulai berlaku pada 1 Oktober 2026. Ketentuan peralihan membedakan penanganan laporan atau pembetulan yang telah disampaikan sebelum tanggal berlakunya peraturan dengan pembetulan yang disampaikan setelah tanggal tersebut, termasuk pembetulan untuk masa atau tahun pajak yang dimulai sejak Januari 2025.


Pada webinar jilid pertama ini, dibahas secara mendalam perubahan ketentuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Webinar dipandu langsung oleh MC Ibu Margareth dan Ibu Cicilia selaku Moderator dari PT. Bina Indocipta Andalan. Acara dibuka dengan Opening Speech oleh Bapak Dr. Jhon Eddy, S.E., S.H., M.H., M.Kn., BKP., CTA., selaku Praktisi Hukum & Pajak.


Dalam opening speechnya, beliau menyampaikan PER-12/PJ/2026 adalah perubahan mekanisme pembetulan SPT menuju skema replace dengan calculation rule, disertai pengaturan yang lebih terperinci mengenai penghitungan pembayaran atau pengembalian pajak dan penyesuaian saldo kompensasi.


Webinar menghadirkan narasumber dari Direktorat P2Humas DJP yaitu Bapak Eddy Triono, Ibu Putri Pramitasari, Bapak Gede Suarnaya dan Bapak Zulfikar Irfial Chizli. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 700 peserta dari berbagai sektor usaha, perusahaan mapan, perorangan, lintas multi profesi, serta akademisi melalui Zoom maupun live streaming youtube.


Adapun perbandingan perubahan dari PER-11/PJ/2025 menjadi PER-12/PJ/2026 Pada Pajak Pertambahan Nilai yakni:


1. Mekanisme pembetulan SPT Masa PPN. Pada PER-11 menggunakan mekanisme Delta, yaitu pelaporan berfokus pada selisih perubahan SPT. Sedangkan pada PER-12 menggunakan mekanisme Replace dengan calculation rule. Substansinya, SPT pembetulan terakhir menjadi acuan pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan.


2. Penghitungan kurang bayar atau lebih bayar. Pada PER-11, penghitungan selisih dapat menimbulkan kurang bayar semu dalam kondisi tertentu. Sedangkan pada PER-12, penghitungan memperhitungkan pembayaran yang telah dilunasi dan kelebihan pajak yang telah dikembalikan melalui ketetapan terkait. Penghitungan menjadi lebih sesuai dengan riwayat pembayaran dan pengembalian pajak.


3. Penyesuaian saldo kompensasi lebih bayar PPN. Pada PER-11, mekanisme Delta dapat menimbulkan ketidaksesuaian saldo kompensasi ketika SPT masa sumber dibetulkan. Pada PER-12, saldo kompensasi diperbarui secara otomatis ketika pembetulan SPT Masa PPN mengubah nilai lebih bayar. Saldo kompensasi dapat disesuaikan mengikuti hak kompensasi yang sebenarnya.


4. Saldo penyesuaian positif atau negatif. Pada PER-11, belum menerapkan mekanisme penyesuaian saldo sebagaimana disempurnakan dalam PER-12. Pada PER-12, penyesuaian saldo dapat bernilai positif maupun negatif. Saldo negatif merupakan koreksi atas kompensasi yang sebelumnya tercatat atau telah digunakan, bukan otomatis kesalahan sistem.


5. Pengadministrasian penyesuaian saldo. Pada PER-11, berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian dalam penelusuran kompensasi antarperiode. Pada PER-12, saldo penyesuaian diperhitungkan secara otomatis pada SPT Masa berstatus normal pertama yang disampaikan berikutnya. Wajib pajak perlu memastikan SPT Masa normal berikutnya disampaikan agar penyesuaian teradministrasi.


6. Perubahan pilihan restitusi atau kompensasi. Pada PER-11, mekanisme sebelumnya memiliki keterbatasan ketika wajib pajak hendak mengubah pilihan tindak lanjut atas lebih bayar. Pada PER-12, pilihan dapat berubah melalui SPT pembetulan, sepanjang memenuhi ketentuan dan batas proses yang diatur. Wajib pajak memperoleh fleksibilitas lebih besar dalam menentukan tindak lanjut atas lebih bayar.


7. Proses permohonan pengembalian yang sedang berjalan. Pada PER-11, mengikuti mekanisme dan ketentuan sebelumnya. Pada PER-12, pembetulan SPT lebih bayar dapat menghentikan tindak lanjut permohonan pengembalian tertentu, bergantung pada tahapan proses dan ketentuan yang berlaku. Sebelum membetulkan SPT, wajib pajak perlu memeriksa status permohonan pengembalian.


8. Ketentuan peralihan. Pada PER-11, menjadi dasar bagi proses yang masih berjalan sebelum pemberlakuan ketentuan baru. Pada PER-12, berlaku mulai 1 Oktober 2026 untuk pembetulan SPT yang disampaikan sejak tanggal tersebut atas periode masa atau tahun pajak tahun 2025 dan seterusnya. Pembetulan yang telah masuk sebelum 1 Oktober 2026 dan masih diproses tetap mengikuti ketentuan sebelumnya; masa atau tahun pajak 2024 ke bawah mengikuti ketentuan peralihan sistem terkait.


PT. Bina Indocipta Andalan berharap melalui webinar “Kupas Tuntas PER-12/PJ/2026” (Jilid 1), menjadi sarana pembelajaran yang relevan bagi para profesional untuk memperkuat pemahaman regulasi sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi perubahan mekanisme pelaporan pajak melalui Coretax.


Kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan literasi perpajakan di Indonesia serta mendorong terciptanya budaya kepatuhan yang berkelanjutan. Dengan memahami regulasi secara benar, Wajib Pajak tidak hanya dapat memenuhi kewajibannya dengan baik, tetapi juga mampu mengoptimalkan hak-haknya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.



Akhir kata, “Salam Regulasi Baru, PPN Dipahami, Administrasi Akurat, Kepatuhan Semakin Kuat!”


#BerbaktiPadamuNegeri #PajakKuatIndonesiaMaju #IndonesiaCintaDamai #PajakTumbuhIndonesiaTangguh #PER12PJ2026 #PembetulanSPT #UpdatePerpajakan2026 #KupasTuntasPER12PJ2026



Jakarta, 15 Oktober 2026


Salam & Hormat Panitia Webinar


PT Bina Indocipta Andalan


Wisma 46 Kota BNI Jl. Jend Sudirman Kav. 1 Jakarta – 10220

Telp. 021-2515282 Wa. 0813-1952-3209 (Sofinda/Rion)

Email : biawebinarregist@gmail.com

Website : http://www.binaindociptaandalan.com

IG : @binaindociptaandalan

Tiktiok : @bina.indocipta




Selasa, 22 September 2026

The Lawsuit has been registered at the South Jakarta District Court with Case Number: 1058/Pdt.G/2026/PNJaksel

   

                Advokat David S.G. Pella, S.H.


Jakarta -- Internal conflict and a large-scale legal turmoil are now hitting PT Nachi Tokiwa Indonesia, a foreign investment company based at Tempo Scan Tower, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan Timur, Setiabudi, South Jakarta.


The dispute between the company's management and an employee has officially proceeded at the South Jakarta District Court and has been formally registered under Case Number: 1058/Pdt.G/2026/PN JKT.SEL. This civil lawsuit for unlawful act was filed by Ferty Niarty as the Plaintiff, represented by her legal team from the law firm David S.G. Pella, S.H. & Partners.


The legal issue began when Ferty Niarty, who had been employed at PT Nachi Tokiwa Indonesia since 2013 as an administrative and operational staff member, was suddenly terminated. In August 2025, Ferty received a message via WhatsApp and email from Defendant II, the President Director, Ishioka Teruyuki, asking her to come to the office for an interview with a new job candidate. However, upon arrival, Ferty was instead handed a Termination of Employment Letter without ever having received any prior verbal warning, written warning, or Warning Letter from the company.


For years, while performing her routine duties, Ferty played a crucial role in managing various company operational needs, including inputting invoices, preparing payments, finding storage locations for inventory, and often using her own personal funds or seeking advance funds when operational funds from headquarters were delayed.


All of these operational activities were carried out independently by Ferty because the company's top executives, including Ishioka Teruyuki as President Director, Iwao Kodera as Director, and Masashi Hori as Commissioner, mostly reside overseas in Japan.


 Coordination and routine reports were still conducted every 20th of the month via WhatsApp, email, and video calls, and were always approved by Ishioka Teruyuki. In fact, all company financial transactions and data were also regularly audited by an independent financial consultant appointed by the company. Ironically, after the company discovered an internal problem, Ferty was instead accused of embezzlement without strong basis or evidence by the President Director.


The plaintiff has named several parties as defendants. These include PT Nachi Tokiwa Indonesia as Defendant I, Ishioka Teruyuki (President Director of PT Nachi Tokiwa Indonesia) as Defendant II, Iwao Kodera (Director of Nachi Tokiwa Corporation) as Defendant III, Masashi Hori (Commissioner of Nachi Tokiwa Corporation) as Defendant IV, and the Embassy of Japan in Indonesia, which was also named as Co-Defendant.


The plaintiff's legal team, consisting of David S.G. Pella, S.H., Pemuda Jaya Tambunan, S.H., M.H., P. Yehezkiel H.F. Pella, S.H.,M.Th., and Drs. H. Darsono E.K., S.H., M.H., firmly highlighted the legal violations committed by the foreign executives. Under Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies, the appointment of Foreign Citizens as directors in Indonesia is permitted provided they strictly comply with prevailing laws and regulations, company regulations, immigration, labor, and taxation laws.


However, in reality, the foreign management of PT Nachi Tokiwa Indonesia is strongly alleged to have ignored these provisions. Defendant III, Iwao Kodera, is recorded as holding the position of director in charge of personnel or HRD, even though Indonesian laws and regulations explicitly prohibit foreign citizens from holding positions that handle personnel or employment affairs.


This immigration issue was also officially reported by Ferty Niarty to the Class I Non-TPI Bekasi Immigration Office through a complaint letter dated August 10, 2026. Based on a review of immigration documents, Defendant II, President Director Ishioka Teruyuki, is recorded as not having a Limited Stay Permit (KITAS) to work in Indonesia for the period 2023 to 2026, but instead only used Visa on Arrival (VoA) facilities and various types of Visit Visas. Despite not having a valid work stay permit, Ishioka Teruyuki remained actively involved in managerial and operational activities in Indonesia, including giving company directives, approving transactions and payments, and making important decisions regarding employment, importation, and taxation. The inclusion of the Embassy of Japan in Indonesia as a Co-Defendant is based on the need for supervision of its citizens to prevent them from operating a company in Indonesia unlawfully.


The legal situation facing PT Nachi Tokiwa Indonesia does not stop at employment and immigration issues. It has worsened with indications of a far greater legal violation. Based on facts revealed in handling this case, there is strong indication of Harmonized System Code (HS Code) forgery in the company's export and import activities. This alleged deviation in customs codes is suspected not only of harming Indonesia's clean investment climate, but also of causing state financial losses estimated at a staggering Rp55,000,000,000 (fifty-five billion rupiah).


Therefore, through its petition to the South Jakarta District Court, the plaintiff requests that the Honorable Panel of Judges accept and grant the lawsuit in its entirety, declare that the defendants have committed an Unlawful Act, and declare valid and binding the conservatory seizure placed on PT Nachi Tokiwa Indonesia and all its inventory so that the court decision will not be rendered meaningless.


The plaintiff also requests that the court decision be provisionally enforceable even if there are legal remedies such as verzet, appeal, or cassation filed by the defendants.


In the details of the compensation claim, the plaintiff demands that the defendants be jointly and severally liable to pay material damages in the form of unpaid salary from August 2025 to August 2026 and severance pay totaling Rp527,000,000. In addition, the plaintiff is also seeking immaterial damages for loss of livelihood, damage to reputation, and psychological, emotional, and mental distress amounting to Rp2,257,000,000, bringing the total material and immaterial damages claimed to Rp3,244,824,000.


Furthermore, the plaintiff requests that the panel of judges order the defendants to pay a penalty of Rp1,000,000 for each day of delay in complying with the decision, and to comply with and pay all court costs incurred. _(Red)_



 Editor's Note:The editorial board emphasizes that as of the publication of this news, the content herein constitutes the legal arguments and opinions of the plaintiff, which still require clarification, examination, and verification by the authorized institutions. In accordance with the principle of presumption of innocence and the principle of balanced reporting, this media outlet provides the right of reply to the defendant to submit an official explanation or response, which will be published proportionally in accordance with Law No. 40 of 1999 concerning the Press.




Jumat, 28 Agustus 2026

PT. Bina Indocipta Andalan Menyelenggarakan Webinar dengan Tema Kupas Tuntas Transfer Pricing Documentation 2026

 




Jakarta, Pada hari Kamis, 27 Agustus 2026 – PT. Bina Indocipta Andalan bekerja sama dengan Praktisi Perpajakan dan didukung oleh Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia serta Yayasan Pendidikan Budi Mulya Indonesia Emas menyelenggarakan webinar dengan topik “Kupas Tuntas Transfer Pricing Documentation 2026”. 

 

Dokumentasi transfer pricing dapat menjadi salah satu dasar penting untuk menjelaskan substansi transaksi, fungsi dan risiko masing-masing pihak, alasan ekonomi suatu transaksi, metode penentuan harga transfer, serta penerapan Arm’s Length Principle. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa informasi yang terdapat dalam TP Doc tidak berdiri sendiri, melainkan konsisten dengan berbagai informasi dan dokumen perpajakan maupun bisnis lainnya. Ketidaksesuaian antara TP Doc dengan laporan keuangan, kontrak, data transaksi, maupun pelaporan perpajakan dapat meningkatkan kompleksitas ketika perusahaan harus memberikan penjelasan dalam proses pengawasan atau pemeriksaan. 

Karena itu, pendekatan terhadap TP Doc perlu bergeser dari sekadar “document compliance” menuju “defensible documentation”—dokumentasi yang tidak hanya tersedia, tetapi juga memiliki dasar analisis dan bukti yang kuat untuk mendukung posisi perusahaan. 

 

Webinar dipandu langsung oleh MC yaitu Ibu Salsabila yang selaku juga sebagai Moderator dari PT. Bina Indocipta Andalan. Acara webinar dibuka dengan Opening Speech yang disampaikan oleh Bapak Dr. Jhon Eddy, S.E., S.H., M.H., M.Kn., BKP., CTA., selaku Praktisi Hukum & Pajak, dalam penyampaian opening speechnya beliau menyampaikan TP Doc merupakan representasi bagaimana perusahaan menjelaskan substansi transaksi afiliasi, alasan ekonomi di balik suatu transaksi, pembagian fungsi dan risiko, serta bagaimana perusahaan membuktikan bahwa harga atau kondisi transaksi telah sesuai dengan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha atau Arm’s Length Principle. 

 

Webinar kali ini menghadirkan narasumber dari Dosen IPDN Praktisi Perpajakan, yaitu Bapak Dr. Womsiter Sinaga, S.E., M.M. Acara webinar ini diikuti oleh kurang lebih 400 (Empat Ratus) peserta yang berasal dari berbagai sektor usaha, bank dari perusahaan mapan, perorangan, dan lintas atau multi profesi, serta akademisi, baik melalui Zoom maupun via live streaming youtube. 

 

Yang dibahas dalam Webinar “Kupas Tuntas Transfer Pricing Documentation 2026”. 

 

• Perkembangan Regulasi Transfer Pricing di Indonesia 

• Memahami Hubungan Istimewa (Related Party Transaction) 

• Kewajiban Penyusunan Transfer Pricing Documentation 

• Bedah Komponen Transfer Pricing Documentation 

• Functional Analysis (FAR Analysis) yang Tepat 

• Pemilihan Metode Transfer Pricing 

• Benchmarking Analysis 

• Strategi Menyusun TP Documentation yang Defensible 

• Strategi Menghadapi Sengketa Transfer Pricing 

• Studi Kasus Transfer Pricing 

• Best Practices Penyusunan TP Documentation



PT. Bina Indocipta Andalan berharap melalui webinar ini para peserta dapat meningkatkan pemahaman, memperkuat kompetensi, serta membangun strategi transfer pricing yang lebih baik. Bukan hanya untuk memenuhi kewajiban perpajakan, tetapi juga untuk menciptakan kepastian, mitigasi risiko, dan perlindungan bagi perusahaan dalam jangka panjang.

 

Kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kesiapan menghadapi dinamika transfer pricing dengan pendekatan yang lebih strategis, berbasis data, dan berorientasi pada mitigasi risiko.

 

Akhir kata, 

"Salam Transfer Pricing, Dokumentasi Akurat, Kepatuhan Kuat, Risiko Terkendali!" 

"Salam Perpajakan Indonesia, Strategi Tepat, Data Kuat, Siap Hadapi Pemeriksaan!" 

 

#BerbaktiPadamuNegeri 

#PajakKuatIndonesiaMaju 

#IndonesiaCintaDamai 

#PajakTumbuhIndonesiaTangguh 

#ArmLengthPrinciple 

#TransferPricingCompliance 

 #TransferPricingDocumentation2026 

 #KupasTuntasTransferPricing2026 

 

Jakarta, 27 Agustus 2026 

Salam & Hormat Panitia Webinar 

PT Bina Indocipta Andalan 

Wisma 46 Kota BNI Jl. Jend Sudirman Kav. 1 Jakarta – 10220 

Telp. 021-2515282 Wa. 0813-1952-3209 (Sofinda/Rion) 

Email : biawebinarregist@gmail.com 

Website : www.binaindociptaandalan.com 

IG : @binaindociptaandalan 

Tiktiok : @bina.indocipta

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi